KAYUAGUNG | BERITAOKI.COM | Kabupaten OKI melaksanakan Pilkades serentak yang diikuti oleh 156 desa dari 18 Kecamatan yang ada.
Guna memastikan pelaksanaan itu berjalan kondusif, aman dan lancar serta mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran. Maka Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto bersama jajaran menelusuri pelaksanaan pilkades serentak di Kab. OKI yang ada di sepanjang Jalintim OKI.
Hal itu dilakukan untuk memantau secara langsung bagaimana lajunya pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa itu.
Dimana disetiap desa dan tps telah disiapkan personil pengamanan masing-masing. Bahkan polres OKI memberikan perhatian serius bagi daerah-daerah yang dinilai rawan
Tak tanggung-tanggung pemantauan yang dilakukan Kapolres OKI saat pilkades berlangsung itu dilakukan hingga ke Perbatasan Kabupaten OKI, Mesuji, yang merupakan batas wilayah antara Kab. OKI Sumsel dengan Provinsi Lampung.
Rute pun dimulai dari Kecamatan Lempuing Jaya, Lempuing hingga Kecamatan Mesuji.
Sebelumnya pada malam hari jelang pelaksanaan pilkades juga dilaksanakan pemantauan di tps-tps yang ada di wilayah Kecamatan Kayu Agung.
Terpantau dari tps-tps yang dikunjungi berjalan aman, lancar, dan kondusif serta mematuhi protokol kesehatan.
Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto, mengaku lega karena hingga saat ini semuanya terpantau kondusif. Tidak ada terjadi hal-hal diluar dugaan.
“Saya ingin melihat langsung dari dekat bagaimana prosesi pencoblosan itu, memastikan betul-betul aman dan kondusif serta mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 . Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sesuai yang kita harapkan”, ucap Dili serius.
Dili juga berharap kepada para calon yang mengikuti ajang pilkades kiranya siap kalah dan siap menang.
Bagi yang belum beruntung untuk dapat menerima kekalahan dengan legowo dan tetap mendukung calon yang dinyatakan menang.
Begitu juga kepada para pemenang untuk dapat menjalankan tugas dengan amanah, merangkul semua pihak termasuk calon yang dinyatakan kalah berikut timnya jangan sampai kedepan timbul pro dan kontra di desa akibat perbedaan dukungan.
Kalah dan menang itu hal biasa, yang luar biasa itu bagaimana caranya bersatu padu memajukan desa tanpa adanya perbedaan dan perdebatan dengan menyamakan pendapat, visi misi demi pembangunan desa yang lebih baik. (pn/hms)